Selasa, 10 Juni 2014

Pelajaran hidup

Kemarin saya pergi ke dokter THT untuk periksa pembengkakan pada rahang saya.
Awalnya saya kira ini hanya salah urat biasa tapi ternyata lama2 makin membesar.
Setelah didiagnosis oleh dokter ternyata hasilnya sesuai dengan apa yang saya takutkan.
Kanker! ya penyakit berbahaya yang dapat membunuh. Saya sudah mempersiapkan diri untuk mendengar vonis tersebut. Tapi tetap saja rasanya hati ini masih belum terima :(
Dokter menyuruh saya melakukan pemeriksaan lebih lanjut dilabor dan saya disuruh untuk melakukan  biopsi yaitu pengambilan jaringan tubuh untuk diperiksa apakah kanker jinak atau ganas. Untuk melakukan pemeriksaan ini saja sudah membuat saya takut. Saya mencoba mengambil hikmah dari penyakit saya walaupun sangat sulit tapi hidup adalah sebuah pembelajaran :(

Pada saat itu saya berpikir kenapa hidup saya serasa tidak adil. Ketika saya membandingkannya dengan hidup orang2 yang telah menyakiti saya. Terutama mantan saya, entahlah kenapa saya membandingkannya dengan  dirinya :( ketika dia sedang bahagia berbulan madu dengan suaminya. Padahal dia sudah membuat hidup saya hancur. Kenapa orang yang kita cintai malah menjadi orang yang paling menyakiti diri ini. Tapi saya masih mencintainya dan memang cinta itu buta, membutakan logika seperti yang saya bilang diatas bahwa hidup adalah pembelajaran.

Subuh ini saya mencoba mengaplikasikan pengobatan tradisional kanker dengan daun sirsak. Kebetulan didepan rumah gadang ada pohon sirsak yang tumbuh, saya ambil 10 lemvar daunnya yang tua kemudian saya bersihkan. Setelah saya rebus dengan 3 gelas air putih sekitar 400cc dan rebus sampai sisa satu gelas. Rasanya seperti teh dengan aroma sirsak dan tidak asam seperti teh. Oia dalam penyajiannya saya menambahkan gula  biar ada rasanya. Pengobatan dengan daun sirsak ini memang tidak bisa langsung sembuh tapi membutuhkan waktu paling cepat 2 minggu sampai terasa hasilnya. Saya hanya bisa berharap dan berdoa semoga nantinya pengobatan ini ada hasilnya. Saya takut dioperasi :( 

Hari ini masih belum tau apakah saya akan pergi ke labor atau tidak semua tergantung izin dari atasan nantinya semoga saja dibolehkan

akhirnya setelah jam 10 saya memutuskan untuk tidak pergi kelabor... hati saya belom siap untuk dilakukan biopsi. entah kenapa saya merasa ketakutan membayangkan jarum suntik dimasukkan kedalam muka saya >>.<<
pagi tadi saya berbicara kepada seseorang teman saya bertanya apakah dirumahnya terdapat pohoin sirsak, alhamdulillah ternyata ada. kemudian saya utarakan niat saya untuk meminta daunnya nanti sore dirumahnya. kebetulan rumahnya searah dengan saya.
saya masih berharap bahwa daun sirsak akan menyembuhkan kanker ini. saya takut benar2 takut dengan operasi >.<

hari ini cukup hectic dengan kerjaan yang mulai membludak dan semakin gk jelas ya gk jelas karna semuanya dikerjakan. dan kebetulan sorenya si bos sedang menjadi pembicara di sebuah acara otomatis saya dapat pulang cepat. Tapi ternyata apa yang saya harapkan salah. Teman saya meminjam tas saya u tuk membawa laptop sibos  yg ketinggalan. Dan akhirnya saya pun menunggu sampai si bos datang kekantor.
Huff...

Dalam perjalanan pulang saya mampir kerumah uda nofriadi yg juga masih satu kantor dengan saya. Tujuann saya adalah meminta daun sirsak yang tadi pagi kami berdua bicarakan. Setelah saya rasa cukup mengambil daunnya saya pun pamit dan berterimakasih. Hehehe akhirnya dapet juga ^^

Hmmm.. saya rasa sampe sini aja ceritanya udah kepanjangan ntar bosen bacanya :D
Oke... thx n gudnite...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar